Setiap cerita cinta memiliki debar yang sama
Debar yang mengikat dua hati
Di mana bola mata menjadi saksi atas debar mereka
Rinduku, misalnya
ia berdebar dalam hati, mewakili ciuman dan pelukan
Sebab, rinduku punya rumah
yaitu hatimu sebagai tujuannya
Sudilah menerima aku, agar secarik bahagia dapat kusemayamkan dalam dadamu—selamanya
Di bulan Mei, di hari ini, telah kutanggalkan semua luka
Sebab, engkau yang menaruh luka, terlebih pada hatiku,
tak jua menabur maaf pada airmataku
Saat hati menjadi mati, saat cinta menjadi tiada
Langit mana yang sanggup melihat?