I don’t know but my world is you. Love you sugar!
Kelak saatnya tiba, lautan matamu akan sanggup berbicara—tentang perempuan yang sedang iba, tentang laki-laki yang sedang lara.
“
Apabila sekarang ini aku menemanimu, itu sebab hidup lebih tahu. Kau dipasangkan, agar kita tak sendirian.
“
Kala aku terbangun; lenganmu melingkar
Kala aku terbangun, mimpi buruk seperti membangun rumahnya, sementara mataku seperti langit yang jadi tujuannya, sebab entah karena apa hujan ikut turun di sana.
Kala aku terbangun, kepalaku ialah dinding, yang sengaja kau beri paku, menancapkan apa yang lalu.
Kala aku terbangun, pagi meniduri punggungku dengan bayangan, dengan segala jalan yang kau langkahkan
Kala aku terbangun, kalau aku sanggup terbangun..
Kala aku terbangun, di pagi—yang sepagi apapun, di malam—yang semalam apapun. Kala itu lenganmu melingkar di atas kenyataan yang pernah membuat hatiku jatuh, kemudian rapuh.





